Senin, 01 Juni 2026
Di susun oleh : Jamaal bin Syafawi
Matan Hadis
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مُوسَى ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ ، أَخْبَرَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ ، وَابْنُ لَهِيعَةَ , عَنْ قَيْسِ بْنِ الْحَجَّاجِ ، قَالَ . ح وَحَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ، أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ ، حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ ، حَدَّثَنِي ، قَيْسُ بْنُ الْحَجَّاجِ , الْمَعْنَى وَاحِدٌ , عَنْ حَنَشٍ الصَّنْعَانِيِّ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : كُنْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا ، فَقَالَ : يَا غُلَامُ , ” إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ : احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ ، وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ ، وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ ، رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ ” , قَالَ : هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Musa, telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Al-Mubarak, telah mengabarkan kepada kami Laits bin Sa’ad dan Ibnu Lahi’ah, dari Qais bin Al-Hajjaj. Dan diriwayatkan pula: telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman, telah mengabarkan kepada kami Abu Al-Walid, telah menceritakan kepada kami Laits bin Sa’ad, telah menceritakan kepadaku Qais bin Al-Hajjaj — dan maknanya sama — dari Hanasy Ash-Shan’ani,
dari Abdullah bin Abbas, ia berkata: “Aku pernah berada di belakang Nabi Muhammad ﷺ pada suatu hari, lalu beliau bersabda: ‘Wahai anak muda, sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, sesungguhnya jika seluruh umat berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu.
Dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, mereka tidak akan dapat mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu.
Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.’”
(HR. Attirmidzi : 2516)
Penjelasan Hadits :
Di dalam Lisan al-‘Arab disebutkan bahwa ghulām adalah:
“الطِّفْلُ مِنْ حِينَ يُولَدُ إِلَى أَنْ يَشِبَّ”
Artinya:
“Anak laki-laki sejak lahir sampai mulai tumbuh besar/(sebelum dewasa) remaja.”
Jika lebih di perinci Kembali Ghulam disini kisaran usia 7 tahun sampai dengan menjelang remaja.
Di usia ibnu abbas yang masih sangat muda ini, Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan beberapa hal penting, menandakan bahwa di usia inilah anak-anak sudah mulai di ajarkan terkait dengan hak-hak Allah beserta larangan-larangannya, menggantungkan seluruh hajatnya hanya kepada Allah baik di dunia maupun di akhirat.
APA YANG DI MAKSUD MENJAGA ALLAH ?
Syaikh Abdurrahman Al-Mubarakfuri mejelaskan dalam karya buku beliau Tuhfatul Ahwadzi
Menjelaskan bahwa yang di maksud dengan menjaga Allah Adalah menjaga perintah-Nya dan menjauhkan diri dari apa yang Allah larang.
Menjaga Allah seperti, Menjaga Akidah bahwasannya kita harus senantiasa mentauhidkan Allah, beribadah hanya untuk Allah ‘azza wa jalla bukan untuk sesembahan yang lain seperti kuburan, pohon keramat, tempat-tempat yang di anggap bisa menjadi sebab mendatangkan manfaat selain manfaat dari Allah ‘azza wa jalla, sholat 5 waktu, berpuasa dan amalan-amalan lain yang menjadi hak Allah terhadap hamba-Nya
Imam Nawawi berkata dalam kitab Syarh Al-Arba’in miliknya:
“Allah Ta’ala telah menegaskan dalam Kitab-Nya bahwa amal saleh akan memberi manfaat ketika datang kesulitan, dan dapat menyelamatkan pelakunya. Sebaliknya, perbuatan maksiat akan mencelakakan pelakunya ketika datang kesulitan.
Allah Ta’ala berfirman, menceritakan tentang Nabi Yunus ‘alaihissalam:
‘Maka sekiranya dia bukan termasuk orang-orang yang banyak bertasbih, niscaya dia akan tetap tinggal di dalam perut ikan itu sampai hari mereka dibangkitkan.’
(QS. Ash-Shaffat: 143–144)
PENJAGAAN ALLAH TERHADAP HAMBA-NYA
Ada banyak penjagaan Allah kepada hambanya, di antaranya penjagaan Allah terhadap badan kita seperti melindungi kita dari penyakit, virus dan semacamnya, juga terhadap harta seperti harta yang haram, dan lain hal semisalnya.
Yang paling mendasar dari penjagaan Allah dan yang paling penting ialah penjagaan Allah terhadap Agama seseorang, yakni menjaga dari perbuatan syirik, kesesatan, Allah juga menjaga seorang hamba untuk senantiasa di berikan petunjuk ke jalan yang benar. Karena jika Allah memberikan petunjuk maka Allah akan menambah petunjuk kepadanya, Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ
Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahi ketakwaan kepada mereka. [Muhammad/47:17]
Dari keterangan ini diketahui bahwa orang yang tidak menjaga Allah Azza wa Jalla , maka dia tidak berhak mendapat penjagaan-Nya. Dan di dalamnya juga terkandung motivasi untuk selalu menjaga batas-batas Allah Azza wa Jalla .
Demikian, semoga bermanfaat baarokallahufiikum
Referensi
- Kitab jami’ attirmidzi melalui aplikasi alminasa.ai
- Rangkuman dari tulisan Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله Salinan dari majalah As-Sunnah Edisi 10-11/Tahun XII/1429H/2008M.