Berbakti kepada kedua orang tua

BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA

Disusun oleh : Jamaluddin Syafawi

Bismillah, Alhamdulillahi wassholaatu wassalaamu ‘ala Rosulillaah ammaa ba’du

Adik – adik yang di Rahmati oleh Allah subhanahu wata’ala bersyukur apabila saat ini kalian masih memiliki kedua orang tua, maka mereka adalah orang yang senantiasa menyayangi kalian, dan sangatperhatian terhadap pertumbuhanmu. yang menjadi point utama dalam agenda kehidupannya setiap detik dan menit berganti mereka selalu berusaha yang terbaik, maka selayaknya kalian sebagai buah hati yang tersayang sangat patut untuk berbakti kepada kedua orang tua sebagai bentuk rasa syukur kalian kepada alloh, karena Allah yang telah mentakdirkan kalian Bersama mereka di dunia ini.

Apa aja sih kiat-kiat kita menjadi anak yang sholeh/sholehah kepada kedua orang tua kita?

 

 

    1. Mendoakan kedua orang tua

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Ya Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku, dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab (hari Kiamat). [QS. Ibrâhîm/14:41].

    1. Berbakti kepada kedua orang tua jalan menuju surga

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ

“Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi, no. 1900; Ibnu Majah, no. 3663 dan Ahmad 6:445. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

    1. Berbakti kepada kedua orang tua dapat di panjangkan umurnya dan di berkahi rezekinya

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang suka untuk dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka berbaktilah kepada kedua orang tuanya dan jalinlah hubungan dengan kerabatnya (silaturahim).” (HR. Ahmad, 3:229; 3:266. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa hadits ini shahih, sanad hadits ini hasan dari jalur Maimun bin Sayah dan di bawahnya tsiqah.)

    1. Jangan membentak atau berkata kasar kepada kedua orang tua kita

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra’: 23)

    1. Durhaka kepada kedua orang tua adalah dosa yang sangat besar

Abu Bakrah berkata,

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ؟) ثَلاَثًا، قَالُوْا : بَلىَ يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : ( الإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ ) وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا ( أَلاَ وَقَوْلُ الزُّوْرُ ) مَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتىَّ قُلْتُ لَيْتَهُ سَكَتَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kalian mau kuberitahu mengenai dosa yang paling besar?” Para sahabat menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Beliau lalu bersabda, “(Dosa terbesar adalah) mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” Beliau mengucapkan hal itu sambil duduk bertelekan pada tangannya. (Tiba-tiba beliau menegakkan duduknya dan berkata), “Dan juga ucapan (sumpah) palsu.” Beliau mengulang-ulang perkataan itu sampai saya berkata (dalam hati), “Duhai, seandainya beliau diam.” (HR. Bukhari, no. 2654 dan Muslim, no. 87)

Adik – adik yang semoga di Rahmati Allah, ketahuilah ! , orang tua yang saat ini berada di sisi kalian adalah orang yang penuh perhatian kepada kalian, jika dia marah bersabarlah karena mereka sedang dalam keadaan Lelah bukan dalam keadaan benci terhadap kalian di belakang dari semua itu dalam hati kecilnya kalian adalah Mutiara yang indah yang pernah mereka miliki. Jadilah anak yang shalih/shalihah dan jadilah Mutiara yang di banggakan kedua orang tua kalian, mintalah kepada Allah untuk senantiasa menjaga kedua orang tua kalian.

Disusun oleh               : Jamaal bin Syafawi

Sumber referensi        :

 

Similar Posts

  • Jaga Lisan

    Banyak sekali di antara kita yang terjerumus dalam kesalahan melalui salah bicara, berkata kotor, menggunjing/menceritakan keburukan orang lain dan masih banyak lagi yang semisalnya semestinya kita sebagai seorang muslim untuk senantiasa menjaga lisan kita untuk menggunakannya kepada hal yang baik, bukan untuk perkara yang buruk hal ini di jelaskan dalam sebuah hadits Dari Abu Hurairah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *